##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Harpen H.P Silitonga
Samuel Pangihutan Banjarnahor
Nikoel Saut Martua Simangunsong
Rizka Feby Dwi Anggi Simanjuntak
Ananda Wijaya Sitorus

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi anak Sekolah Minggu dan remaja Naposobulung melalui pendekatan berbasis komunitas gereja di HKBP Ressort Rogate. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif-kualitatif yang berfokus pada proses pendampingan, partisipasi peserta, serta perubahan pemahaman yang muncul selama kegiatan berlangsung. Program dilaksanakan melalui beberapa tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan bentuk kegiatan berupa sosialisasi interaktif, pembelajaran edukatif, permainan kelompok, serta refleksi bersama. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, pencatatan respons verbal peserta, dan dokumentasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi aktif serta pemahaman anak dan remaja mengenai pentingnya literasi, tidak hanya dalam aspek membaca dan menulis, tetapi juga dalam kemampuan berdiskusi, merefleksikan iman, serta mengekspresikan gagasan secara positif. Program ini juga memperlihatkan bahwa pendekatan pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan berbasis pengalaman lebih efektif dalam menumbuhkan kesadaran literasi dibandingkan metode satu arah. Dengan demikian, literasi berbasis komunitas gereja dapat menjadi strategi pembinaan yang relevan dan berkelanjutan dalam membangun generasi muda yang literat, berkarakter, dan memiliki kesadaran iman.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

How to Cite
Harpen H.P Silitonga, Samuel Pangihutan Banjarnahor, Nikoel Saut Martua Simangunsong, Rizka Feby Dwi Anggi Simanjuntak, & Ananda Wijaya Sitorus. (2026). Program Meningkatkan Literasi Bagi Anak Sekolah Minggu dan Remaja Naposobulung Berbasis Komunitas Gereja HKBP Ressort Rogate. Jurnal Masyarakat Indonesia (Jumas), 4(04), 543–553. https://doi.org/10.54209/jumas.v4i04.351
References
[1.] Balood, M., Ahmadi, M., Eichwald, T., Ahmadi, A., Majdoubi, A., Roversi, K., ... & Talbot, S. (2022). Nociceptor neurons affect cancer immunosurveillance. Nature, 611(7935), 405-412.
[2.] Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.
[3.] Bungsu, A. P., & Dafit, F. (2021). Pelaksanaan literasi membaca di sekolah dasar. Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran (JPP), 4(3), 522-527
[4.] Boyer, E. L. (1996). The scholarship of engagement. Journal of Public Service and Outreach, 1(1), 11–20.
[5.] Chambers, R. (1997). Whose reality counts? Putting the first last. Intermediate Technology Publications.
[6.] Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
[7.] Fatah, M. A., & Zumrotun, E. (2023). Implementasi Projek P5 Tema Kewirausahaan Terhadap Kemandirian Belajar Di Sekolah Dasar. Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 6(2), 365-377.
[8.] Freire, P. (1970). Cultural action and conscientization. Harvard educational review, 40(3), 452-477.
[9.] Groome, T. H. (2011). Will there be faith? A new vision for educating and growing disciples. HarperOne.
[10.] Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
[11.] Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice Hall.
[12.] Palit, Matthew Timothy, et al. "IMPLEMENTASI EDUKASI DAN MOTIVASI TERPADU SEKOLAH–GEREJA DALAM MENINGKATKAN MINAT LANJUTKAN PENDIDIKAN TINGGI PADA PEMUDA DESA BAHU PALAWA." Journal of Community Dedication 4.4 (2025): 307-330.
[13.] Rohman, S. (2017). Membangun budaya membaca pada anak melalui program gerakan literasi sekolah. TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 4(1), 151-174.
[14.] Sugiyono. (2017). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
[15.] Waruwu, Liyus. "Sekolah Minggu sebagai Solusi untuk Mengantisipasi Stagnasi dalam Pendidikan Kristen di Gereja." Harati: Jurnal Pendidikan Kristen 4.2 (2024): 262-274.