Edukasi Kesehatan Remaja tentang Pola Hidup Sehat dan Pencegahan Perilaku Berisiko di Lingkungan Sekolah
##plugins.themes.bootstrap3.article.sidebar##
##plugins.themes.bootstrap3.article.main##
Abstract
Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan akibat kurangnya pemahaman mengenai pola hidup sehat dan tingginya paparan terhadap perilaku berisiko. Lingkungan sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran dan kebiasaan sehat pada remaja. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya pola hidup sehat serta pencegahan perilaku berisiko di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif partisipatif melalui penyuluhan, presentasi interaktif, dan diskusi tanya jawab yang melibatkan siswa secara aktif. Kegiatan dilaksanakan di lingkungan sekolah tingkat SMA/SMK dengan sasaran siswa remaja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya gizi seimbang, aktivitas fisik teratur, istirahat yang cukup, kesehatan mental, serta bahaya perilaku berisiko seperti merokok dan penyalahgunaan zat adiktif. Partisipasi aktif siswa selama kegiatan menunjukkan bahwa metode edukasi interaktif efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan membentuk generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
##plugins.themes.bootstrap3.article.details##
[2.] Nutbeam, D. (2000). Health literacy as a public health goal: A challenge for contemporary health education and communication strategies. Health Promotion International, 15(3), 259–267. https://doi.org/10.1093/heapro/15.3.259
[3.] Patton, G. C., Sawyer, S. M., Santelli, J. S., et al. (2016). Our future: A Lancet commission on adolescent health and wellbeing. The Lancet, 387(10036), 2423–2478. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(16)00579-1
[4.] Sawyer, S. M., Afifi, R. A., Bearinger, L. H., et al. (2012). Adolescence: A foundation for future health. The Lancet, 379(9826), 1630–1640. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(12)60072-5
[5.] Viner, R. M., Ozer, E. M., Denny, S., et al. (2012). Adolescence and the social determinants of health. The Lancet, 379(9826), 1641–1652. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(12)60149-4
[6.] World Health Organization. (2018). Global accelerated action for the health of adolescents (AA-HA!): Guidance to support country implementation. https://apps.who.int/iris/handle/10665/255415
[7.] World Health Organization. (2020). WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour. https://www.who.int/publications/i/item/9789240015128
[8.] World Health Organization. (2021). Adolescent mental health. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-mental-health
[9.] World Health Organization. (2022). Adolescent health. https://www.who.int/health-topics/adolescent-health
[10.] Centers for Disease Control and Prevention. (2022). Youth Risk Behavior Surveillance System (YRBSS). https://www.cdc.gov/healthyyouth/data/yrbs/index.htm
[11.] UNICEF. (2021). The State of the World’s Children 2021: On My Mind – Promoting, protecting and caring for children’s mental health. https://www.unicef.org/reports/state-worlds-children-2021
[12.] United Nations Office on Drugs and Crime. (2018). World Drug Report 2018. https://www.unodc.org/unodc/en/data-and-analysis/wdr2018.html
[13.] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. https://www.litbang.kemkes.go.id/laporan-riset-kesehatan-dasar-riskesdas/
[14.] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil Kesehatan Indonesia 2019. https://www.kemkes.go.id
[15.] Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). https://www.kemdikbud.go.id