##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Tesa Ayu Juliana
Titin Patimah
Ika Lestari Sitorus

Abstract

Nausea and vomiting (emesis gravidarum) are common complaints experienced by pregnant women, especially during the first trimester. If left untreated, this condition can progress to hyperemesis gravidarum, which poses serious risks to both the mother and the fetus. This activity aimed to provide education and intervention through the use of ginger essential oil in roll-on form as an effort to reduce the frequency of nausea and vomiting in pregnant women. The method of implementation included socialization and presentation of educational materials. Education combined with the use of ginger essential oil in roll-on form proved effective in reducing the frequency of nausea and vomiting. This therapy can serve as a safe, practical, and well-accepted non-pharmacological alternative for pregnant women.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

How to Cite
Juliana, T. A., Patimah, T., & Sitorus, I. L. (2025). EDUKASI DAN PEMBERIAN ESSENSIAL OIL JAHE DALAM BENTUK ROLL-ON UNTUK PENURUNAN FREKUENSI MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL. Jurnal Masyarakat Indonesia (Jumas), 4(02), 286–288. https://doi.org/10.54209/jumas.v4i02.281
References
[1]. Ani, S., Budi, C., & Dedi, E. (2020). Efektivitas terapi herbal untuk mengatasi emesis gravidarum. Jurnal Kebidanan, 15(2), 123–130.
[2]. Apriyanti, R. (2023). Pengaruh pemberian jahe terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil. Jurnal Pengobatan Herbal Nusantara, 8(2), 75–84.
[3]. Farida, F., & Lola, G. (2020). Studi kasus hiperemesis gravidarum pada ibu hamil. Jurnal Obstetri dan Ginekologi, 12(3), 200–208.
[4]. Febrien, A. (2023). Prevalensi dan penatalaksanaan emesis gravidarum. Jurnal Kesehatan Reproduksi Indonesia, 11(2), 103–109.
[5]. Fitriani, L., Siregar, M., & Wahyuni, T. (2021). Perubahan sistem reproduksi pada ibu hamil. Jurnal Kebidanan Indonesia, 10(2), 114–120.
[6]. Harahap, H., Alamanda, I., & Harefa, J. (2022). Peran hormon dalam terjadinya mual dan muntah pada kehamilan. Jurnal Endokrinologi, 8(1), 67–75.
[7]. Manuaba, I. B. G. (2020). Ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan keluarga berencana untuk pendidikan bidan. Jakarta: EGC.
[8]. Mariza, H. (2019). Patofisiologi emesis gravidarum. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 7(2), 115–121.
[9]. Nisaulkhusna Kadir, M., Sari, D., & Wahyuni, A. (2019). Epidemiologi emesis gravidarum di Indonesia. Jurnal Epidemiologi Kesehatan, 4(2), 75–83.
[10]. Pramesti, D., Lestari, A., & Yunita, S. (2020). Hubungan hormon dengan terjadinya mual muntah pada kehamilan. Jurnal Obstetri, 14(2), 115–122.
[11]. Putri, A., Rahmawati, D., & Sari, H. (2022). Perkembangan janin dan perubahan fisiologis pada ibu hamil. Jurnal Kebidanan Indonesia, 16(3), 150–157.
[12]. Ratu, N. A. (2021). Potensi jahe sebagai obat herbal: Kandungan dan khasiat. Jurnal Fitofarmaka, 12(1), 45–53.
[13]. Ronalen, P. (2021). Perkembangan trimester pada kehamilan. Jurnal Obstetri & Kebidanan, 13(4), 220–228.
[14]. Saifuddin, A. B. (2023). Buku panduan praktis pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
[15]. Sari, A., & Esmianti, R. (2023). Minyak esensial jahe dan efektivitasnya dalam mengatasi mual muntah pada ibu hamil. Jurnal Obat Herbal Indonesia, 9(1), 34–42.
[16]. Smith, C. A., Collins, C. T., Crowther, C. A., & Levett, K. M. (2020). Complementary therapies for nausea and vomiting in pregnancy: A systematic review. BMC Complementary Medicine and Therapies, 20, 275. https://doi.org/10.1186/s12906-020-02996-5
[17]. Wulandari, D., Sari, P., & Ramadhani, A. (2021). Perubahan fisiologis pada ibu hamil. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 18(2), 95–102.
[18]. Yuliani, S., Rahayu, R., & Utami, E. (2021). Perubahan psikologis pada ibu hamil trimester pertama. Jurnal Psikologi Perinatal, 3(2), 99–105.